KEDIRI — Ketika kopra dipres menjadi minyak, yang tersisa bukanlah limbah. Ampas hasil pengepresan, yang dikenal sebagai bungkil kelapa atau coconut expeller, justru menjadi bahan baku penting bagi industri pakan ternak. Bersama produk biomassa lainnya, produk samping ini menambah nilai ekonomi rantai pasok kelapa.
Bungkil kelapa untuk pakan
Bungkil kelapa mengandung protein dan serat yang dibutuhkan dalam formulasi pakan. Spesifikasi bungkil kelapa yang dipasok CV ECHOTECH meliputi:
- Protein: 18% – 22%
- Lemak/minyak: 8% – 12%
- Kadar air: maksimum 10%
- Aflatoksin: maksimum 20 – 50 ppb
Parameter aflatoksin sangat penting karena berkaitan dengan keamanan pakan dan kesehatan ternak. Penyimpanan yang kering dan sirkulasi udara yang baik membantu menjaga mutu bungkil.
Pelet kelapa: lebih padat, lebih efisien
Bungkil dapat diolah menjadi pelet berbentuk silinder padat. Dengan densitas minimum 600 kg/m³ dan kadar air maksimum 8%, pelet lebih efisien untuk disimpan, diangkut, dan ditangani secara curah. Pelet kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak maupun bahan bakar biomassa.
Biomassa untuk energi terbarukan
Selain produk turunan kelapa, CV ECHOTECH juga memasok cangkang sawit (Palm Kernel Shell/PKS), bahan bakar biomassa bernilai kalor 4.000 – 4.500 kcal/kg. PKS banyak digunakan untuk boiler industri, pembangkit listrik biomassa, dan co-firing.
Mendukung ekonomi sirkular
Pemanfaatan produk samping membantu industri mengurangi limbah dan memaksimalkan nilai dari setiap bahan baku. Bagi pembeli, produk-produk ini menawarkan alternatif bahan pakan dan energi dengan parameter mutu yang jelas dan dapat disepakati sejak awal transaksi.




