KEDIRI — Kawasan Indonesia Timur dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil kopra penting di Tanah Air. Pulau-pulau di Maluku, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara memiliki banyak kebun kelapa rakyat yang sejak lama menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.
CV ECHOTECH memanfaatkan potensi tersebut dengan membangun jaringan pengadaan bahan baku yang mencakup delapan sentra pasokan kopra aktif di empat provinsi.
Peta jaringan pasokan
Sentra pasokan tersebut tersebar di:
- Maluku Utara: Tobelo
- Sulawesi Tengah: Palu dan Toli-Toli
- Maluku: Ambon, Pulau Buru, Tual, dan Saumlaki
- Nusa Tenggara Timur: Adonara
Seluruh bahan baku dari sentra-sentra tersebut dikirim ke titik produksi perusahaan di Sambirejo, Kediri, Jawa Timur.
Mengapa beberapa sentra sekaligus?
Mengandalkan satu sumber bahan baku berisiko bagi kelangsungan pasokan. Cuaca, musim panen, dan jadwal kapal antarpulau dapat memengaruhi ketersediaan kopra di satu wilayah. Dengan beberapa sentra, pasokan dapat dikoordinasikan dari wilayah lain ketika satu daerah sedang terkendala.
Pendekatan ini memungkinkan CV ECHOTECH mencatat hasil produksi aktual sekitar 600 ton per bulan, dengan kapasitas pasokan tersedia hingga 1.000 ton per bulan.
Koordinasi dan ketertelusuran
Setiap kiriman dari sentra pasokan dicatat identitas pemasok, asal, jenis, kuantitas, dan nomor lotnya saat diterima. Data ini menjadi dasar ketertelusuran produk, sesuatu yang semakin sering ditanyakan oleh pembeli internasional.
Manfaat bagi pembeli
Bagi importir, refinery, dan trader, jaringan pengadaan yang luas berarti kepastian pasokan yang lebih baik untuk kontrak jangka panjang. Pembeli dapat membahas kebutuhan volume, jadwal, dan spesifikasi sejak awal, sementara tim perusahaan mengoordinasikan ketersediaan bahan baku dari jaringan yang ada.




