KEDIRI — Mengirim minyak dalam jumlah besar ke luar negeri dulu identik dengan drum atau kapal tanker. Kini, banyak eksportir minyak nabati memilih flexitank: kantong besar sekali pakai yang dipasang di dalam kontainer standar 20 kaki.
Apa itu flexitank?
Flexitank adalah kantong berlapis yang terbuat dari material polietilena dan dirancang khusus untuk cairan non-berbahaya. Satu flexitank umumnya dapat menampung hingga sekitar 24.000 liter, tergantung ukuran dan jenis muatan. Setelah dibongkar di tujuan, kantong tersebut dibuang sehingga tidak ada risiko kontaminasi dari muatan sebelumnya.
Kelebihan untuk pengiriman CNO
- Volume per kontainer lebih besar dibandingkan drum.
- Biaya pengemasan dan penanganan lebih rendah.
- Proses muat dan bongkar lebih cepat dengan pompa.
- Kontainer standar mudah didapat di banyak pelabuhan.
Hal penting: suhu dan pemanas
Minyak kelapa membeku pada suhu di bawah sekitar 24°C. Jika pengiriman menuju negara beriklim dingin atau berlangsung dalam waktu lama, minyak dapat memadat di dalam flexitank. Karena itu, flexitank untuk minyak kelapa sering dilengkapi bantalan pemanas (heating pad) di bagian bawah agar minyak dapat dicairkan kembali sebelum dipompa keluar.
Persiapan sebelum pemuatan
Sebelum pemuatan, kontainer diperiksa kebersihan dan kondisinya, flexitank dipasang sesuai prosedur, lalu minyak dipompa melalui katup. Sampel diambil untuk keperluan Certificate of Analysis (COA), dan seluruh proses didokumentasikan.
Di CV ECHOTECH, pemuatan CNO ke flexitank kontainer merupakan bagian dari tahap persiapan pengiriman. Jenis kemasan, lokasi pemuatan, dan jadwal pengiriman tetap dikonfirmasi bersama pembeli sebelum transaksi agar sesuai dengan kebutuhan pelabuhan dan fasilitas di negara tujuan.




